Socrates Method
Kata “Socrates” diambil dari nama seorang filsuf klasik Yunani kuno. Socrates (470 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles.Socrates tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Kebanyakan yang kita ketahui mengenai buah pikiran Socrates berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya.
Socrates Method (Metode Socrates) merupakan suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan percakapan, perdebatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling berdiskusi saling membantu dalam menemukan sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Secara historis sokrates banyak bergulat soal isu-isu yang terkait dengan kehidupan manusia yang mempertanyakan soal-soal yang terkait dengan kebaikan, moral, dan keadilan.
Metode pembelajaran Socrates bukanlah dengan cara menjelaskan, melainkan dengan cara mengajukan pertanyaan, menunjukkan kesalahan logika dari jawaban, serta dengan menanyakan lebih jauh lagi, sehingga para siswanya terlatih untuk mampu memperjelas ide-ide mereka sendiri dan dapat mendefinisikan konsep-konsep yang mereka maksud dengan mendetail.
Peserta dalam metode ini, antara yang satu dengan yang lainnya memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menyikapi sebuah pertanyaan atau topik sehingga menyebabkan adanya kontradiksi dalam diskusi. Peserta yang melakukan metode ini berusaha untuk mempertahankan argumennya masing-masing. Namun, dari beberapa argumen tersebut berdasarkan hasil diskusi nantinya akan ditemukan sebuah jawaban yang benar berdasarkan logika dan fakta.
Metode ini menelanjangi ketidaktahuan manusia, yang menganggap benar banyak hal tapi sesungguhnya salah.Yang terpenting dari metode ini bukanlah jawaban yang dihasilkan nanti, melainkan bagaimana proses dalam mendiskusikan pertanyaan atau topik yang diajukan.
Dalam proses belajar-mengajar metode ini sangat baik digunakan dimana secara teknis dalam bangku perkuliahan misalnya seorang dosen melontarkan sebuah pertanyaan atau topik secara diam-diam (kejutan) tanpa diketahui mahasiswa sebelumnya, sehingga mahasiswa dituntut untuk berani, percaya diri, berpartisipasi secara aktif dan kritis dalam menanggapi topik tersebut. Elemen kejutan memberikan insentif yang kuat bagi mahasiswa untuk memenuhi tanggung jawab dan juga mendorong untuk mempersiapkan kelas, yang akan memungkinkan mereka untuk belajar lebih banyak terlebih dahulu.
Tujuan dari metode socrates ini adalah merangsang mahasiswa untuk menganalisis suatu masalah dengan sebuah analogi dan berpikir kritis tentang suatu argumen. Metode ini juga membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan penalaran serta menanamkan pada siswa kebiasaan ketat dan analisis kritis argumen-argumen yang mereka dengar secara tegas dan persuasif, serta praktek menilai dan merevisi ide-ide mereka sendiri dan pendekatan dalam terang informasi baru atau penalaran yang berbeda.
Human life is like a book. Front cover is date of birth, and the back cover is the date passed away. Each sheet is days in life, there is a thick, some thin. Remarkably, nothing as bad as the previous page, is available on the next page is clean, new and no defects,,, Same with our lives, God always provides a new day for us, nothing as bad as yesterday. A new opportunity to be able to do the right thing every day, fix our mistakes, and continue the story line has been set....
Kaizen Photo Gallery
Secara sederhana kewajiban umat islam kepada Al-Qur'an Karim: 1. Membacanya, 2. Memahaminya, 3. Mengajarkannya, 4. Menghafalkannya, dan 5. Mengamalkannya.